Copyright © LIA's File
Design by Dzignine
“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).” (QS.An-Nazi’at:37-41)“Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” (QS.Al-Qoshosh:60)
Selasa, 13 Desember 2011

Saat-saat terakhir bersama mama part 1

Desember 2010, merupakan Desember paling kelabu yang aku rasakan saat itu,, seketika aku murka kepadaNya. Setelah Desember 2007 yang lalu, aku merasakan kehilangan yang sangat karena kepergian papa. Rasanya Allah sangat tidak adil, karena baru saja Dia memanggil papa kesisinya, sekarang Allah juga memanggil mama kesisinya juga dan membuat ku merasa sangat merasa sedih sampai beberapa hari.

12 Desember 2010, 7.30WIB
Seperti biasa aku berangkat untuk ke kampus, bertepatan dengan jadwal ujian akhir semester (UAS). Sebelum berangkat, seperti biasa aku menyium tangan mama terlebih dahulu, saat itu mama masih dalam keadaan terlelap tidur dan tak lupa untuk mencium kening mama, karena ada rasa yang sangat mendalam dalam hatiku yaitu aku sangat menyayanginya dan mencintainya. Lalu aku berangkat dengan terus memandanginya sampai akhirnya pandangan ku tertuju pada luka di telapak kaki mama yang tidak kunjung sembuh.Aku teringat beberapa hari yang lalu saat kami memutuskan untuk merawat mama karena keadaan mama yang belum membaik.

****
Baru beberapa hari ini mama kami rawat intensip di rumah dengan jarum infus  manual yang pemasangannya di bantu oleh keponakan mama yang berprofesi sebagai dokter. Selain itu ia juga pernah menangani sawdara mama yang keadaanya hampir sama seperti mama. Aku masih sangat ingat beberapa hari sebelumnya kakak memutuskan untuk memanggil bang Candra, nama keponakan mama tersebut untuk memohon memeriksa keadaan mama, karena mama tidak kunjung membaik. Setelah kak Mira mendatangi tempat tinggal bang Candra, lalu kak Mira menceritakan keadaan mama, dan ga berapa lama kak Mira pun tiba dirumah beserta bang Candra. Setelah diperiksa bang Candra, lalu bang Candra bilang mama harus di infus karena mama sudah kekurangan nutrisi, setelah itu dia juga memberika resep yang harus ditebus di apotek dan beberapa perlengkapan untuk membuat infus manual. Setelah mendapatkan resep itu. aku dan adikku bergegas pergi ke apotek untuk menebus obat dan beberapa perlengkapan infus dan lain-lain untuk mengobati luka kaki mama. Setelah sampai di rumah, dengan sigap bg Candra memasang jarum infus manual ke tangan mama dan membuata gantungan infus yang manual juga. Lalu bang Candra menemui kak Nina, kakak ku yang paling besar dan mengatakan "kita lihat dulu keadaan ibu untuk sementara ini yah kak", insyaAllah besok awag datang lagi. Lalu dia juga mengatakan kalau bisa luka di kaki mama tiap hari (tepatnya pagi dan sore) harus dibersihkan pakai antibiotik yang udah di beli tapi sama kapas dan di bersihkan denga  alkohol juga. Lalu di mengajarkan cara membersihkannya dan lalu diberi obat setelah itu dibalut dengan perban. Keesokan harinya bang Candra datang lagi untuk memeriksa keadaan mama, dan dia berpesan sama mama untuk rutin mengonsumsi obat yang sudah di beli agar mama cepat pulih. lalu mama meng-iya-kan. Setiap hari aku dan kak Mira rutin memberi mama makan dan obat, juga membersihkan luka di tapak kaki mama bersama-sama setiap pagi dan sore.

"lia, jadi ke kampus ga?" panggilan itu membuat ku terhentak dan meninggalkan lamunan beberapa waktu yang silam.. " ya bang", sahut ku sama bang Iman, suami kakak ku yang paling besar.
Setiap hari aku berangkat sama dia, karena tempat kerjanya  dekat dengan kampus ku, selain itu aku juga dapat mengirit pengeluaran juga,, heheh

Sesampainya di kampus aku langsung melihat lokasi ujian, lau ga berpa lama hp ku bergetar tanda ada sms masuk, " Za, di ruang 117 yah", sms dari sahabatku Lyli. Lalu aku bergegas ke ruangan sebelum pengawasnya duluan masuk.

Sampai di kelas,, hmm, kelas begitu senyap. ternyata mereka semua lagi sibuk mebghafal semua. Lalu aku mencari kursi yang posisinya menguntungkan alias PW (posisi wenak). Setelah mendapatkan posisi yang pas, aku langsung duduk. Tidak berapa lama, pengawas pun datang. Dan ujian pun berlangsung.

Setelah selesai ujian, seperti biasa kami berkumpul di depan musolla untuk membahas soal yang di ujiankan, sebenarnya aku malas membahas soal, oleh karena itu aku tinggal mereka dan berlalu ke musolla, Lalu tas ku letak di serambai musolla dan ku titipkan sama sahabat ku Fitra, lalu aku pergi kamar mandi sejenak.

Setelah itu, kami berkumpul lagi di depan musola untuk mencari-cari bahan untuk ujian besok, akhirnya ada juga salah satu dari mereka yang membawa bahannya. Lalu kami beramai-ramai memfotocopy bahan tersebut. Lalu sahabat ku Fitra datang dari kejauhan, dan berkata "Za, kakak mu nelpon nih", aku merasa bingung lalu melihat hp ku, aku baru sadar kalau hp ku silent rupanya. Lalu ku angkat telpon itu,
"ya, ada apa kak?", tanya ku penasaran,
"cepat kau pulang yahh,." sambil nangis terisak-isak,,
"Ada apa nih"? pikirku dalam hati.. lalu aku bertanya lagi, "ada apa kak?",,
dengan nangis terisak-isak dia menjawab telpon ku, "mamaa lia",,
DEG, seketika tubuh ku lemas. "udah cepat aja kau pulang", kata kakak,, "iya, iya", jawabku

Lalu ku ambil langkah seribu untuk pulang, sambil pikiran ku terus menerawang ke rumah dan mengingat-ingat yang terjadi tadi pagi. Dan tak ku hiraukan lagi panggilan teman-teman bahwa copyan nya sudah datang, aku terus berjalan, atau lebih tepatnya setengah berlari. Sepanjang perjalanan aku memohon kepada Allah, agar tidak terjadi apa-apa sama mama sambil menahan air mata agar tidak pecah di jalan.  Sesampainya di sumber (tempat menunggu angkot), aku menunggu dengan tidak sabaran dan terus menggerutu dalam hati, "lama kali pun angkotnya datang". Setelah ga berapa lama, angkot yang ditunggu-tunggu pun datang juga, aku pun naek. Didalam angkot, hanya doa yang ku panjatkan dan memohon kepada Allah agar firasat ku ini tidak benar adanya, dan terus terus berdoa dalam hati sambil menahan pecahnya tangis ku. 20 menit kemudia tibalah aku dirumah. Tidak sesuatu yang aneh dari luar sehingga membuat ku sedikit tenang, tapi sesampainya di dalam, ada beberpa orang yang tak ku kenal dan juga beberapa tetangga. dalam hatu ku berkata, "ada apa sebenarnya ini?".

setelah sampai di kamar mama, kulihat mama sudah tak sadarkan diri, seluruh badannya dingin tapi matanya masih terbuka seperti masih sadar, di ujung kamar kulihat adikku sudah nangis ga karuan tapi dengan suara yang kecil sambil terus melantunkan bacaan Yassin, di samping mama kulihat kakak-kaka ku sidah nangis terisak-isak, lalu aku terus mendekat dan mendekat, kulihat wajah mama lekat-lekat, akhirnya tak kuasa ku bendung air mata ku dan akhirnya pecah juga. Sambil terisak tangis aku bertanya sama kakak, " kog bisa kekgini mama?", "jatuh tadi?", ntah berapa banyak pertanyaan ku lontarkan sama kakak ku.. tadi siang gak ada apa-apa lia, masih bagus-bagus aja tadi", tapi waktu ashar, mama udah kekgini.. tangis ku pun pecah,,

Lalu aku duduk di samping mama, sambil terus memanggil-manggil mama, tapi mama hanya diam, Akhirnya bu Iyah, sepupunya mama berkata, " udah solat?",kalau belum solat dulu sana",,
lalu aku bilang,"aku lagi ga solat buk". ya udah bisikkan aja d telinga kalimat la ilaha illallah..
Ga berapa lama bang Candra pun datang bersama teman-temanya yang dokter juga,, dan berkata udah di bawa kerumah sakit aja kak. dia bilang sama kak Nina. Akhirnya ga lama kemudian kami memutuskan untuk embawa mama ke rumah sakit malam itu juga..

2 komentar:

Sri Efriyanti az Zahra Harahap says:
at: 1 Januari 2012 06.59 mengatakan...

Yanti baru tau perjalanan kisahnya kak :(
Semoga beliau mendapat tempat yang baik di sisi-Nya ya kak.
Aamiin...

R_zhalyana says:
at: 2 Januari 2012 23.16 mengatakan...

amin,,,
ini kan masih part 1 deekk,,
part 2nya lebih sedih lagi,,,
kakak blum sanguup nuntuk nulis deekk..
:'(