Copyright © LIA's File
Design by Dzignine
“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).” (QS.An-Nazi’at:37-41)“Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” (QS.Al-Qoshosh:60)
Tampilkan postingan dengan label catatan pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan pengalaman. Tampilkan semua postingan
Rabu, 11 April 2012

Hadapilah ketakutan mu

Pada suatu malam aku merasa tidak bisa tidur, padahal mata sudah teramat ngantuk. Ku mainkan game di laptop ku dan ku coba untuk tidur tapi tetap ga bisa tidur. Akhirnya ku putuskan untuk FB-an lewat hape sampai mata ini sudah sangat-sangat ngantuk. Tapi kenapa ga mau tidur juga (pikir ku dalam hati). Akhirnya ku putuskan untuk memejamkan mata ku dengan sedikit pemaksaan.

Dan akhirnya aku pun terlelap sejenak,,

*praaakkkk...
seperti ada yang lompat dan berlari cepat di belakang ku dengan terpaksa buka perlahan pejaman mataku,,
seketika aku merinding dan badan ku tiba-tiba tidak bisa di gerakkan,,

"apa ini??", pikir ku dalam hati
ku coba untuk membalikkan badan tapi ga bisa. Terasa seperti kaku. Aku berusaha teriak (tapi ga mungkin, kan ga lucu tengah malam teriak-teriak acem di hutan).

tetap ku usahakan untuk membalikkan badan ku, tapi tetap ga bisa.
dalam hati aku berzikir mengingat Allah. dan ga berapa lama hp ku berdering. (alhamdulillah pikir ku)

seketika badanku bisa digerakkan lagi, dan ku raih hp ku dan kulihat siapa yang menghubungi. Rupanya si kakak dari kamar sebelah.

"hmm, apa ka?? tanya ku
"bang Isman lagi d luar mau beli makanan, kau mau apa? nasi goreng atau ifo mie?
ku lihat jam, ternyata masih pukul 1.
"ga usah, aku mau tidur", jawabku.
"oh ya udah", balas kakak ku.

akhirnya telepon ditutup.
aku berusaha untuk memikirkan hal tadi dan tetap tidur, ga berapa lama hp ku berdering lagi.

"apa kak"?
"kau mau nasi goreng atau ifo mie??
"ya udah nasi goreng aja".
"ya udah, entar lagi sampek tuh jangan tidur lagi.
"iya"

akhirnya nasi goreng pun tiba,, kulihat jam menunjukkan pukul 2 malam.
aku keluar tangan dan makan. selesai makan, ku ceritakan kejadian yang barusan ku alami sama kakak ku. dia bilang, "nanti mau tidur kau sholat dulu". lalu aku berwudu dan sholat. setelah itu aku lanjutkan tidur ku.

semenjak kejadian malam itu, aku tidak pernah bisa lagi tidur cepat. entah kenapa. mungkin ada rasa ketidaknyaman di kamar itu sekarang. tapi harus kuhadapi karena kalau tidak dihadapi ketakutan itu akan mengikuti ku terus menerus. heheh

Di lain kisah tentang ketakutan juga,,,

aku merupakan salah satu mahasiswa tingkat akhir yang lagi sibuk penelitian. Dan penelitian ku sudah berjalan 1 bulan lebih. Tiba-riba si laboran berkata kalau penelitian ku harus di ulang karena ga seragam penanamannya.

"HAH", diulang?? mau kapan lagi selesainya?? (pikirku dalam hati).
 setelah konsultasi ke beberapa teman, dan hasilnya macem-macem lah. Akhirnya ku putuskan untuk berkonsultasi sama Bayu, temanku yang sudah duluan tamat. Bayu bilang ga usah, dan dia menyarankan agar aku tanya pak Luthfi (dosen pembimbing skripsi ku) dulu, bagaiman bagusnya.
Kuputuskan untuk menjumpai  bapak esok hari sekalian mau tandatangan KRS.

Keesokkam harinya, aku sesegera mungkin menjumpai bapak. Tapi, ada sedikit ketakutan yang tidak beralasan di hati ini. Dan aku pun merangkai kata-kata untuk menjumpai bapak. Tapi dengan rasa percaya diri dan rasa percaya sama Allah, kalau Allah pasti akan memberikan yang terbaik untuk hambanya, ku putuskan untuk menjumpai bapak saat itu juga bersam temanku juga yang bimbingan sama bapak.

Setelah sampai di kantor bapak, sempat ada keragu-raguan. Tapi, langsung ku tepis dan langsung masuk dan menjumpai bapak dan menyampaikan semua permasalahan yang terjadi di lab. Ternyata solusi dari bapak sesuai dengan apa yang aku inginkan. Alhamdulillah. Allah maha tahu yang terbaik untu hambanya...

*oleh karena itu hadapilah ketakutan dan masalah mu dan jangan lari dari masalah
:D 



Senin, 12 Desember 2011

lingkaran Hidayah

Saat awal memasuki dunia kampus, yang terlintas dalam pikiran seorang Sakinah adalah dunia kampus seperti yang ada dalam sinetron-sinetron yaitu penuh dengan "gemerlap dunia" pokoknya kuliah hanya untuk gaya-gaya-an saja. Karena kegiantan kuliah yang dijalani Sakinah berbeda dengan kondidi yang ada di sinetron yang selalu ia tonton. Setelah lebih dari 1 minggu memasuki dunia kampus Sakinah diharuskan mengikuti mentoring, yaitu seperti kelompok pengajian kecil yang membahas dasar-dasar tentang keislaman seperti "ma'rifatullah, ma'rifatul islam, ma'rifaturasul dan lain-lain yang merupakan dasar-dasar keislaman yang banyak orang islam itu sendiri itu tidak tahu dan tidak paham. Saat mengikuti mentoring pertama kali, ada perasaan yang aneh, Sakinah merasa apa yang di sampaikan sangat 'jauh dari duniawi', yang di bahas kebanyakan adalah tentang akhirat. Karena ini merupakan kewajiban dari mata kuliah agama islam, maka mau ga mau Sakinah terus mengikuti nya.

****
Setiap minggu, tepatnya setiap hari selasa jam 15.00 ia mentoring bersama teman-temannya yang lain. Minggu demi minggu ia jalani, tanpa ia sadari ia telah banyak berubah dengan seiring berjalannya waktu. Dia sudah banyak mendapat pengetahuan tentang islam, sangat banyak malahan. Oleh sebab itu, sekarang ia tidak pernah lagi merasa berat untuk mengikuti mentoring, karena sekarang ia udah nyaman dengan teman-teman dalam lingkaran itu.

****
Setelah semua materi mentoring selesai di berikan, untuk refreshing bersama akhirnya tim mentoring melakukan rihlah, yaitu seperti tafakur alam atau bahasa kerennya tamasya. Tapi tamasya kali ini berbeda dengan yang biasa dilakukan Sakinah, tamasya kali ini bersama teman-teman di alam terbuka, dan yang paling lain seru adalah ketika kami harus berjalan menyusuri sungai atau biasa di sebut dengan "tracking",, "subhanallah, ga pernah aku lakukan sebelumnya", gumam Sakinah dalam hati
dari mendaki bukit terus menuruni lembah sampai menyusuri sungai. Itu yang tak pernah terlupakan seumur hidup Sakinah. Walaupun lelah merasuki tubuh Sakinah, tapi Sakinah tetap semangat dan gembira.

****
Setelah memasuki hari-hari akhir untuk mentoring, pementornya (orang yang biasa memberikan materi mentoring) menanyakan kesediaan kami untuk melanjutkan mentoring ke tahap selanjutnya. Beberapa dari mereka berkata " kalau sempat yah kak, soalnya banyak lab kak..", inilah itulah, banyak sekali alasan mereka. Saat pertanyaan itu dilontarkan kepada Sakinah, Sakinah berkata,"insyaAllah yah kak". Ternyata, jika benar-benar mengucapkan "insyaAllah"  itu maka Allah akan memudah kan jalan kita jika itu adalah jalan menuju kebaikan.

****
Setelah memasukiawal semester baru, Sakinah mendapat sms dari kakak pementornya,,
"assalamu'alaykum dekk, ini kak Nisa. Adek masih mau ikut mentoring kan?" tanya ka Nisa,,
"insyaAllah mau kak", balas ku
lalu kakak itu balas lagi, " kira-kira kapan waktu kosongnya dek?"
"rabu jam 3 kak", jawab ku.
"ohh, ya udah. rabu jam 3 di musollah yah", balas ka Nisa.
"ok kak,,".jawab ku dan mengakhiri obrolan ku malam itu.

****
Keesokkan harinya, setelah selesai kuliah Sakinah langsung menuju musollah, dan sesampainya disana dia terkejut karena hanya ada beberapa orang saja dari kelompok mentoring yang lama dan di tambah beberapa teman baru. tapi itu tidak menjadi masalah sama Sakinah karena Sakinah suka punya banyak teman. Pertama kali bertemu mereka kami masih agak canggung, tapi sesaat kemudian kami menjadi akrab dan semakin hari semakin akrab. Rasanya kalau tidak hadir 1 hari mentoring rasanya ada saja yang kurang, kurang semangat menjalani hari. Itulah yang dirasakan Sakinah saat ini. Rasanya pengen setiap hari bertemu saudara-saudara seakidah dalam satu lingkaran itu, karena selain mendapatkan teman baru yang sepahaman, Sakinah juga merasa kalau sudah berkumpul dengan saudara-saudaranya yang ini, semakin bertambah keimanan Sakinah dan mempunyai rasa ingin  berlomba-lomba melakukan banyak kebaikan. Karena lingkaran ini mengajak kita untuk saling berlomba memperbanyak amal ibadah, memperbaiki diri, dan menjalin hubungan baik ke semua orang. Itulah yang membuat Sakinah nyaman dengan lingkaran ini yang ia sebut dengan "lingkaran hidayah". Sakinah pernah mendapat satu kalimat bijak dari pementornya, seperti ini bunyinya,, "hidayah itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi hidayah itu harus dicari", jadi berlandaskan kalimat itu Sakinah terus menerus melakukan muhasabah terhadap dirinya agar menjadi pribadi yang sakinah, seperti namanya Sakinah.

****
Dan sekarang Sakinah diberi tanggungjawab untuk menjadi seorang pementor, dia tidak menolaknya karena dia mau mencetak sakinah sakinah yang lain, sehingga semakin banyak orang baik di dunia ini.. hehe, itulah tekad seorang Sakinah. Di kelompok mentoringnya sekarang, Sakinah berusaha menjadi pementor yang baik yang tidak monoton dan juga mengasyikkan sehingga mereka menjadi lebih tertarik untuk datang mentoring.

Inilah lingkaran Hidayah yang saya maksud,, Lingkaran ini merupakan lingkaran yang di doakan oleh para malaikat.